YEREMIA 15 : 15 – 21
Di tengah tekanan dan penolakan karena taat kepada Tuhan, jangan menyerah. Tetap pegang Firman. Firman Tuhan akan jadi sumber sukacita, kekuatan, dan pemulihan. Tuhan tidak melupakan orang yang setia.Amin.
Yeremia 15:10-21 terdiri dari dua ratapan dalam bentuk sastra untuk mengungkapkan kesedihan atas kehilangan. Ratapan pertama dalam ayat 10-14 yaitu Yeremia menyesali kelahirannya. Rapatan kedua terdapat pada ayat 15-18 yang kemudian diikuti oleh tanggapan Tuhan atas ratapan tersebut. Apa yang diratapi Yeremia? Yeremia melakukan tugasnya untuk menyampaikan nubuat tentang pembuangan. Yeremia merasa sedih karena ia mengalami penganiayaan yang ekstrim. Selama bertahun-tahun orang-orang Israel mengejek dan menolak berita yang ia sampaikan bahkan berencana untuk membunuhnya. Namun Allah meyakinkan Yeremia untuk tetap menyampaikan janji-janjiNya kepada bangsa itu. Allah tidak melupakan Yeremia.
Ayat 15-16 : Yeremia memulai ratapannya dengan mengakui bahwa Allah mengetahui kesetiaan dan penderitaannya. Dia memohon agar Allah memperhatikannya dan kiranya Allah berkenan untuk membalaskan dendamnya kepada para penganiayanya sebab ia menderita karena pengabdiannya kepada Allah. Saat Yeremia terus memohon di hadapan Allah, ia menyatakan kepada Allah kecintaaannya yang besar dan fokusnya pada firman Allah dan kemudian menjadikan firman Tuhan sebagai sukacita dan kegembiraan hatinya. Ia bersukacita ata firman Tuhan dan merasakannya di lubuk hatinya yang terdalam.
Ayat 17-18 : Yeremia memohon agar dirinya terpisah dari orang-orang yang tidak menghargai firman Tuhan sekalipun ia berada di bawah tekanan karena ketaatannya kepada Allah dan hal itu menunjukkan integritasnya sebagai nabi kepada firman Tuhan. Ia memiliki kepercayaan yang tulus kepada Tuhan dan hubungannya dengan firman-Nya, namun hal ini tidak menghilangkan penganiayaan yang dialami oleh Yeremia. Terkadang ia takut Tuhan melupakannya atau Tuhan tidak setia lagi kepadanya seperti aliran sungai yang tidak dapat diandalkan.
Ayat 19-21 : Tuhan berjanji kepada Yeremia bahwa terlepas dari apa yang ia alami saat itu, masih ada janji pemulihan. Tuhan akan memberikan pemulihan dan tetap menjadi juru bicara Allah apabila Yeremia dapat terus diandalkan dan terus memisahkan yang berharga dari yang hina. Penting bagi Yeremia untuk tetap menjadi nabi Allah yang teguh. Umat Allah dapat kembali kepadanya, tetapi ia tidak boleh beranjak dari tempatnya. Jika Yeremia tetap teguh dalam kenabiannya, Allah akan membuatnya kuat dan tidak terkalahkan. Allah sangat bermurah hati kepada Yeremia yang sedang tertekan dalam menghadapi amarah karena tekanan yang ia alami. Allah tidak menganggapnya sebagai orang yang gagal, tetapi dengan menunjukkan kepadanya kesiasiaan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar tersebut, Allah menunjukkan jalan pemulihan melalui pertobatan dan kekuatan ilahi. Apabila Yeremia tetap teguh dan kenabiannya Allah akan membuatnya kuat dan tidak terkalahkan. Allah akan memenuhi janji-Nya untuk menyelamatkannya dari tangan orang jahat dan menebusnya dari cengkraman kejahatan yang mengerikan.
Apa yang perlu kita kutip dari Yeremia ini adalah:
1.Yeremia menyimpan firman Tuhan di dalam hatinya. Firman Tuhan itu menjadi kesukaan dan sukacita baginya, dan ia dengan senang hati meneriman semua yang Tuhan tawarkan, sama seperti orang yang lapar melahap makanan yang mengenyangkan. Dulu dan sekarang, firman Tuhan itu menyehatkan. Firman itu menjadi nutrisi secara rohani, menguatkan dan menopang kehidupan karena di dalamnya terdapat segala yang kita butuhkan untuk memelihara hubungan kita dengan Tuhan.
2.Yeremia mengalami penolakan yang menyakitkan dari bangsanya sendiri. untuk menghibur dirinya ia menjadikan firman Tuhan sebagai kekuatan. Sehingga firman Tuhan itulah yang menuntunnya untuk mendapatkan pemulihan.
Amin.
Ayat 15-16 : Yeremia memulai ratapannya dengan mengakui bahwa Allah mengetahui kesetiaan dan penderitaannya. Dia memohon agar Allah memperhatikannya dan kiranya Allah berkenan untuk membalaskan dendamnya kepada para penganiayanya sebab ia menderita karena pengabdiannya kepada Allah. Saat Yeremia terus memohon di hadapan Allah, ia menyatakan kepada Allah kecintaaannya yang besar dan fokusnya pada firman Allah dan kemudian menjadikan firman Tuhan sebagai sukacita dan kegembiraan hatinya. Ia bersukacita ata firman Tuhan dan merasakannya di lubuk hatinya yang terdalam.
Ayat 17-18 : Yeremia memohon agar dirinya terpisah dari orang-orang yang tidak menghargai firman Tuhan sekalipun ia berada di bawah tekanan karena ketaatannya kepada Allah dan hal itu menunjukkan integritasnya sebagai nabi kepada firman Tuhan. Ia memiliki kepercayaan yang tulus kepada Tuhan dan hubungannya dengan firman-Nya, namun hal ini tidak menghilangkan penganiayaan yang dialami oleh Yeremia. Terkadang ia takut Tuhan melupakannya atau Tuhan tidak setia lagi kepadanya seperti aliran sungai yang tidak dapat diandalkan.
Ayat 19-21 : Tuhan berjanji kepada Yeremia bahwa terlepas dari apa yang ia alami saat itu, masih ada janji pemulihan. Tuhan akan memberikan pemulihan dan tetap menjadi juru bicara Allah apabila Yeremia dapat terus diandalkan dan terus memisahkan yang berharga dari yang hina. Penting bagi Yeremia untuk tetap menjadi nabi Allah yang teguh. Umat Allah dapat kembali kepadanya, tetapi ia tidak boleh beranjak dari tempatnya. Jika Yeremia tetap teguh dalam kenabiannya, Allah akan membuatnya kuat dan tidak terkalahkan. Allah sangat bermurah hati kepada Yeremia yang sedang tertekan dalam menghadapi amarah karena tekanan yang ia alami. Allah tidak menganggapnya sebagai orang yang gagal, tetapi dengan menunjukkan kepadanya kesiasiaan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar tersebut, Allah menunjukkan jalan pemulihan melalui pertobatan dan kekuatan ilahi. Apabila Yeremia tetap teguh dan kenabiannya Allah akan membuatnya kuat dan tidak terkalahkan. Allah akan memenuhi janji-Nya untuk menyelamatkannya dari tangan orang jahat dan menebusnya dari cengkraman kejahatan yang mengerikan.
Apa yang perlu kita kutip dari Yeremia ini adalah:
1.Yeremia menyimpan firman Tuhan di dalam hatinya. Firman Tuhan itu menjadi kesukaan dan sukacita baginya, dan ia dengan senang hati meneriman semua yang Tuhan tawarkan, sama seperti orang yang lapar melahap makanan yang mengenyangkan. Dulu dan sekarang, firman Tuhan itu menyehatkan. Firman itu menjadi nutrisi secara rohani, menguatkan dan menopang kehidupan karena di dalamnya terdapat segala yang kita butuhkan untuk memelihara hubungan kita dengan Tuhan.
2.Yeremia mengalami penolakan yang menyakitkan dari bangsanya sendiri. untuk menghibur dirinya ia menjadikan firman Tuhan sebagai kekuatan. Sehingga firman Tuhan itulah yang menuntunnya untuk mendapatkan pemulihan.
Amin.