Mazmur 25 - Minggu Okuli (Mataku Tetap Terarah Kepada Tuhan) Pendahuluan Mazmur 25 adalah mazmur yang sangat istimewa. Dari pasal ini lahir 2 nama Minggu gerejawi: Reminiscere (ay.6) - Ingatlah kasih setia-MuOkuli (ay.15) - Mataku tetap terarah kepada TuhanMeski Daud bergumul berat, hubungannya dengan Tuhan sangat dekat. Tuhan sendiri mengikat janji kekal dengan Daud (2 Sam 7:15-16).Isi Khotbah1. Mataku Tetap Terarah Kepada Tuhan (ay.15-17)
Ini adalah pengalaman iman Daud yang sudah mendarah daging. Di saat kakinya "terjerat jaring" / dalam kesulitan di luar kemampuannya, dia tidak menyerah tapi tetap menatap Tuhan. Daud yakin Tuhan tidak akan membiarkan dia jatuh, Tuhan akan berpaling dan mengasihani dia.2. Dilepaskan Dari Musuh (ay.19-20)
Musuh Daud banyak karena dia membela martabat Israel sebagai umat Tuhan. Meski harus menghadapi semuanya seorang diri (sebatangkara), Daud tidak goyah. Dia mempercayakan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan yang hidup dan kekal, karena Tuhanlah pemilik hidupnya.3. Ketulusan dan Kejujuran Mengawal Aku (ay.21-22)
Ketulusan dan kejujuran lahir dari pergumulan mendengarkan suara hati = suara Tuhan. Daud tulus dan jujur karena dia menanti-nantikan Tuhan seumur hidupnya. Keselamatannya tidak hanya untuk dirinya, tapi dia juga mendoakan keselamatan Israel.Aplikasi Untuk KitaKita sebagai orang percaya telah menjadi keluarga Allah melalui Yesus Kristus. Tugas kita adalah memancarkan ketulusan dan kejujuran sebagai saksi Kristus.Pesan Akhir: Tetap arahkan mata kita kepada Tuhan di setiap kesulitan, dan atasi bersama dengan kekuatan Roh Kudus.Amin.
1.Mataku tetap Terarah kepada Tuhan (Ay. 15—17)
Ungkapan Daud “Mataku tetap terarah kepada Tuhan” menunjukkan pengalaman yang telah mendarah daging baginya; bahwa keyakinan kepada Tuhan sungguh luhur, tidak bisa digantikan oleh apapun juga. Keyakinan/imannya itu selalu dibuktikannya lewat pengalaman yang dialaminya ketika dalam kondisi yang sangat sulit dalam hidupnya, ia tidak menyerah begitu saja, melainkan mengarahkan matanya tetap kepada Tuhan. Dalam pandangan Daud, Tuhan tidak akan membiarkannya terjatuh maupun terjerat oleh jaring kematian dan musuh apa pun. Di berbagai pengalaman Daud pada waktu kakinya terperangkap jaring sebagai lukisan kondisi diluar kemampuannya, Tuhan melepaskannya. Dengan tetap menatap kepada Allah, Daud meyakini bahwa Tuhan akan berpaling dan berbelas kasihan kepadanya. Tuhan akan melepaskannya dari berbagai kesulitan.
2.Dilepaskan dari musuh(Ay.19-20)
Musuh bagi Daud mengacu kepada peranannya yang dekat kepada Tuhan, tidak membiarkan martabat Israel sebagai umat Tuhan direndahkan oleh bangsa lain. Allah telah bertindak memberikan kekuatan kepada Daud untuk mengalahkan musuh-musuh Israel. Banyak kondisi dimana Daud senantiasa diperhadapkan kepada kenyataan yang sangat sulit. Namun, satu hal yang tidak bisa terlupakan dari Daud adalah, kesulitan apapun yang pernah dihadapinya, meskipun ia sebatangkara menghadapinya, ia tidak pernah goyah untuk mengarahkan matanya tetap ke arah Tuhan, memohon pertolongan dari Tuhan yang benar, Tuhan yang hidup, Tuhan yang kekal selama-lamanya. Daud mempercayakan dirinya kepada Tuhan untuk menjaga hidupnya, sebab Tuhanlah yang berhak atas hidupnya dan seluruh umat Tuhan. Tuhan menjadi tumpuan Daud. Daud meyakini Tuhan akan menjadi jalan keluar bagi Daud. Seturut dengan janji Tuhan, Ia tidak akan melumpuhkan dan melenyapkan Daud untuk selama-lamanya.
3.Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku (Ay. 21-22)
Ketulusan dan kejujuran adalah hasil dari pergumulan batiniah; mendengarkan suara hati. Aristoteles seorang filsiuf Yunani sebelum Kristus menyatakan “Suara hati adalah suara Tuhan”. Dan rasul Paulus berkata dalam suratnya 1 Kor. 3:16, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah, dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”. Ketulusan dan Kejujuran hasil yang keluar dari pergumulan bersama dengan firman Tuhan (Bnd. 2 Kor 4:7; Yoh. 15:3). Ketulusan dan kejujuran murni mendengarkan suara hati (suara Tuhan) tidak ada dusta di dalamnya. Daud berlaku tulus dan jujur di hadapan Tuhan, karena dia sepenuh hidupnya menanti-nantikan Tuhan. Pada akhirnya kehadiran Daud tidak hanya menampilkan tentang keselamatan dirinya secara person, Daud mengharapkan keselamatan Israel sebagai umat Allah, yang memegang perjanjian Allah.
Orang-orang percaya sebagai keberlanjutan dari keselamatan Allah atas umatnya Israel. Orang-orang percaya melalui Yesus Kristus telah masuk menjadi keluarga Allah yang berhak untuk menerima dan menikmati keselamatan yang diberikan Allah lewat Yesus Kristus. Orang-orang percaya hidup bersama Yesus Kristus melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam orang-orang percaya mengemban tugas untuk memancarkan ketulusan dan kejujuran sebagai saksi-saksi Kristus untuk memberitakan keselamatan bagi semua orang di muka bumi ini.
Marilah kita senantiasa mengarahkan mata kita tetap kepada Tuhan agar di berbagai kesulitan yang selalu ada dapat kita atasi bersama dengan respons kepada kekuatan Roh Kudus. Amin.