11 Oct 2026 • Pdt. Mirdat Siahaan, STh. M. M
Allah Menyukai Kasih Setia
HOSEA 6: 1 - 6

Hosea membawa kita kepada hati Tuhan yang berbisik dengan jelas dengan cinta: "Aku menyukai kasih setia dan bukan korban sembelihan." Ini adalah undangan untuk memahami relasi sejati dengan Allah. Hosea memulai dengan suara yang penuh harapan: "Mari kita berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang telah menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita" (ay.1). Panggilan ini mengandung dua gerakan penting yang hendak kita pahami.

Hosea membawa kita kepada hati Tuhan yang berbisik dengan jelas dengan cinta: "Aku menyukai kasih setia dan bukan korban sembelihan." Ini adalah undangan untuk memahami relasi sejati dengan Allah.
Hosea memulai dengan suara yang penuh harapan: "Mari...
11 Oct 2026 • Pdt . Mirdat Siahaan
Allah Menyukai Kasih Setia
Hosea 6:1-6

Hosea 6:6 berkata: "Aku menyukai kasih setia dan bukan korban sembelihan."1. Panggilan untuk Berbalik (ay. 1-3) Umat diajak berbalik total kepada Tuhan, bukan tobat emosional sesaat.Allah satu-satunya sumber hidup: Israel saat itu mencari aman ke dewa Kanaan dan aliansi politik, lalu menutupi dosa dengan ritual meriah. Hosea membongkar itu.Penghakiman adalah bagian dari kasih: Allah "menerkam" untuk menyadarkan, lalu "membalut" untuk menyembuhkan. Janji "dihidupkan pada hari ketiga" (ay. 2) adalah harapan yang pasti - seperti fajar dan hujan akhir musim yang pasti datang.2. Masalah Israel: Kasih yang Seperti Embun (ay. 4-5) Tuhan menjawab: "Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar."Tobat mereka hanya di mulut. Ketika krisis lewat, setianya menguap. Karena itu Allah harus "meremukkan mereka dengan perkataan nabi-nabi" - Firman dipakai untuk membongkar kepura-puraan.3. Apa yang Allah Mau (ay. 6) Ayat ini bukan menolak ibadah, tapi menolak ibadah yang dipakai untuk menutupi ketidaksetiaan.Allah tidak mau korban sebagai kompensasi dosa. Yang Allah cari adalah hesed / kasih setia - loyalitas relasional, komitmen menjaga perjanjian, terus mengusahakan pemulihan dalam relasi.Aplikasi: Ibadah yang jujur harusnya mengubah kita menjadi pribadi dan komunitas yang dapat dipercaya. Pertanyaannya: Apakah pengenalan kita akan Allah terlihat dalam cara kita memperlakukan sesama?Kasih setia kepada Tuhan harus nyata dalam kasih setia kepada sesama.

Hosea membawa kita kepada hati Tuhan yang berbisik dengan jelas dengan cinta: "Aku menyukai kasih setia dan bukan korban sembelihan." Ini adalah undangan untuk memahami relasi sejati dengan Allah.
Hosea memulai dengan suara yang penuh harapan: "Mar...
04 Oct 2026 • Pdt . Mirdat Siahaan
Memuliakan Allah dalam Segala Hal
Titus 2:1–10

Inti dari pasal ini ada di kata "supaya" (Yun: hina). Kata ini menunjukkan tujuan akhir dari semua perbuatan baik kita, yaitu untuk memuliakan Allah, bukan supaya kita dipuji.4 Pilarnya:1. Ajaran Sehat = Hidup Sehat (Ay 1) Ajaran Firman bukan untuk pintar debat teologi, tapi seperti obat yang menyembuhkan kelakuan. Kalau ajarannya sehat, hidupnya pasti berubah. Percuma rajin ke gereja tapi masih menipu, memaki, dan dendam.2. Untuk Setiap Generasi (Ay 2-6) Memuliakan Tuhan dimulai dari rumah:Orang tua: Jadilah teladan, jangan jadi pemfitnah/suka gosip, tapi jadi tiang penyangga bagi yang muda.Suami-Istri muda: Rukun, bijaksana, urus rumah tangga dengan baik. Tujuannya: supaya Firman Allah jangan dihujat. Kalau keluarga Kristen berantakan, orang luar akan menghujat Tuhan.Pemuda: Kuncinya satu: Kuasai Diri. Berani berkata TIDAK pada hedonisme, judi online, porno, narkoba, dan pergaulan bebas.3. Pemimpin Jadi Cetakan (Ay 7-8) Titus sebagai pemimpin harus menjadi typos (cetakan/cap stempel). Orang dekatnya akan tercetak menjadi baik. Pemimpin tidak bisa hanya menyuruh, tapi harus memberi contoh nyata. Integritas = perkataan sama dengan perbuatan, sehingga lawan tidak dapat menemukan celah untuk menyerang iman kita.4. Memuliakan Injil di Tempat Kerja (Ay 9-10) Sebagai karyawan/bawahan, bekerjalah dengan taat, jujur, jangan curang. Korupsi waktu, pakai fasilitas kantor untuk pribadi, mark-up nota = mencuri dan mempermalukan Tuhan. Ini bukan ketaatan buta pada penindasan, tapi soal etos kerja.Puncaknya di Ay 10: Dengan jujur kita sedang "memperindah / memuliakan ajaran Allah" (dari kata ini muncul kata kosmetik). Injil itu sudah sempurna, tapi hidup jujur kita yang mendandani Injil itu agar terlihat menarik di mata dunia.Dasarnya bukan kekuatan kita, tapi Kasih Karunia Allah (Ay 11) yang sudah menyelamatkan kita duluan.

Nas: Titus 2:1–10
Tema: Memuliakan Allah dalam Segala Hal

Tema inj merupakan wacana umum dalam hal beriman sebagai orang percaya. Bagi Paulus tentang
"Memuliakan Allah" justru terlihat di balik kata "supaya". Kata ini merupakan
kata yang menu...
27 Sep 2026 • Pdt . Mirdat Siahaan
MATAKU TERARAH KEPADA TUHAN
Mazmur 25:15-22

Mazmur 25 - Minggu Okuli (Mataku Tetap Terarah Kepada Tuhan) Pendahuluan Mazmur 25 adalah mazmur yang sangat istimewa. Dari pasal ini lahir 2 nama Minggu gerejawi: Reminiscere (ay.6) - Ingatlah kasih setia-MuOkuli (ay.15) - Mataku tetap terarah kepada TuhanMeski Daud bergumul berat, hubungannya dengan Tuhan sangat dekat. Tuhan sendiri mengikat janji kekal dengan Daud (2 Sam 7:15-16).Isi Khotbah1. Mataku Tetap Terarah Kepada Tuhan (ay.15-17) Ini adalah pengalaman iman Daud yang sudah mendarah daging. Di saat kakinya "terjerat jaring" / dalam kesulitan di luar kemampuannya, dia tidak menyerah tapi tetap menatap Tuhan. Daud yakin Tuhan tidak akan membiarkan dia jatuh, Tuhan akan berpaling dan mengasihani dia.2. Dilepaskan Dari Musuh (ay.19-20) Musuh Daud banyak karena dia membela martabat Israel sebagai umat Tuhan. Meski harus menghadapi semuanya seorang diri (sebatangkara), Daud tidak goyah. Dia mempercayakan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan yang hidup dan kekal, karena Tuhanlah pemilik hidupnya.3. Ketulusan dan Kejujuran Mengawal Aku (ay.21-22) Ketulusan dan kejujuran lahir dari pergumulan mendengarkan suara hati = suara Tuhan. Daud tulus dan jujur karena dia menanti-nantikan Tuhan seumur hidupnya. Keselamatannya tidak hanya untuk dirinya, tapi dia juga mendoakan keselamatan Israel.Aplikasi Untuk KitaKita sebagai orang percaya telah menjadi keluarga Allah melalui Yesus Kristus. Tugas kita adalah memancarkan ketulusan dan kejujuran sebagai saksi Kristus.Pesan Akhir: Tetap arahkan mata kita kepada Tuhan di setiap kesulitan, dan atasi bersama dengan kekuatan Roh Kudus.Amin.

Mazmur 25 merupakan Mazmur yang sangat terkenal yang menunjukkan kedekatan hubungan Daud dengan Tuhan. Dari pasal 25 ini diangkat menjadi dasar yang menamai dua Minggu dalam tahun gerejawi. Yaitu Reminiscere dari 25:6a "Ingatlah segala kasih setiaMu ...
13 Sep 2026 • Pdt . Mirdat Siahaan
Tuhan Melakukan Perbuatan Besar Bagi Umatny
Keluaran 14:19-31

Tema: KEDAULATAN ALLAH DI TENGAH JALAN BUNTU1. Dimensi Perlindungan Ilahi - Ayat 19-20Allah menjadi Benteng bagi Israel. Tiang awan & Malaikat Allah pindah ke belakang → menghalangi Mesir. Makna: Kehadiran Allah bersifat ganda → kegelapan bagi musuh, terang bagi umat-Nya.2. Mukjizat: Sinergi Kedaulatan, Alam, dan Ketaatan - Ayat 21-22Ketaatan Musa: Mengulurkan tangan → Allah membelah laut.Proses Alam: Angin timur semalaman → menguji iman & kesabaran Israel.Penciptaan Ulang: Tanah laut jadi kering → seperti Kej 1. Allah "melahirkan bangsa baru" dari kematian.3. Perang Ilahi & Penghakiman - Ayat 23-28Firaun keras hati → nekat masuk ke laut yang terbelah. Waktu jaga pagi: Allah mendatangkan kekacauan → roda kereta Mesir copot. Makna: Allah meremukkan kebanggaan & kekuatan manusia yang melawan Dia.4. Transformasi Spiritual - Ayat 29-31Tujuan bukan hanya bebas fisik, tapi lahir identitas baru.Bukti Visual: Bangkai Mesir di pantai = masa perbudakan sudah mati.Takut akan TUHAN: Rasa takut pada Firaun diganti jadi hormat & percaya kepada Allah & Musa.3 Hal yang Bisa Kita Petik:Jalan Buntu = Panggung MukjizatSaat terjepit, jangan andalkan diri. Allah sanggup membuka jalan di tempat yang tidak ada jalan.Kemenangan Mutlak atas Perbudakan DosaSeperti baptisan & salib Kristus. Allah menghakimi dosa & membangkitkan kita jadi manusia baru.Penyertaan Allah Tidak Pernah TerlambatDia mungkin buat kita "menunggu semalaman", tapi pertolongan-Nya datang tepat waktu. Iman lahir dari mengingat karya Allah.Kesimpulan: Allah pembela umat-Nya. Kuasa-Nya jauh lebih besar dari tirani dunia. Amin.

Khotbah Minggu 15 Set. Trinitatis,
13 September 2026
Nas : Keluaran 14:19-31
Tema : Tuhan Melakukan Perbu-
atan Besar Bagi Umatnya


Kisah ini merupakan puncak
dramatis dari narasi Exodus (Keluara-
n), di mana kedaulatan Allah dinyatakan
s...
06 Sep 2026 • Pdt . Mirdat Siahaan
Kasih Kepada Allah Dan Sesama Manusia
Lukas 10:25-37

1. Latar Belakang Pertanyaan Ahli Taurat - Luk 10:25-37Tujuan bertanya: Mencobai/menjebak Yesus. Kata ekpeirazō = menguji untuk menjatuhkan.Pertanyaan 1: "Apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup kekal?" Jawab Yesus: Kembali ke Hukum Taurat → intinya Kasih kepada Allah dan sesama. Penekanan: Harus jadi pelaku Firman, bukan hanya tahu/menghafal.Pertanyaan 2: "Siapakah sesamaku manusia?" Tujuannya membenarkan diri. Pikiran Yahudi: "sesama" = hanya orang Yahudi. Jawab Yesus: Perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati. Poin kejutan: Imam & Lewi gagal, justru "musuh" orang Samaria yang jadi teladan kasih.2. Inti PengajaranKasih kepada Allah & Sesama = 2 sisi koin yang tak terpisahkan - 1 Yoh 4:20-21Tidak bisa mengaku kasih Allah tapi benci sesama.Kasih kepada Allah: Menjadikan Allah pusat hidup → doa, ibadah, taat Firman, taat dalam keputusan.Kasih kepada Sesama: Memperlakukan orang lain dengan kebaikan & kepedulian seperti diri sendiri. Ini identitas iman yang nyata.3. Siapakah "Sesama" Kita?Urutan prioritas kasih menurut Alkitab - Gal 6:10: Keluarga → Kawan seiman di gereja → Orang Kristen lain → Non Kristen → Musuh Munafik jika baik ke orang luar tapi benci keluarga sendiri.Musuh pun harus dikasihi → Esensinya: mengampuni orang yang bersalah pada kita.4. KesimpulanPerumpamaan ini mengkritik religiositas kosong. Tuhan mau kita jadi pelaku kasih, bukan hanya ahli hukum. Kasih sejati meruntuhkan tembok suku, agama, dan status. Amin.

Nas ini mencatat bahwa tujuan ahli Taurat bertanya kepada Yesus adalah untuk mencobai. Kata “mencobai” (ekpeirazō) berarti menguji atau mencoba menjebak. Ia ingin menguji apakah Yesus konsisten dengan hukum Taurat.Di sisi lain, ia ingin menjebak Yesu...
30 Aug 2026 • Pdt . Mirdat Siahaan
FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIKU
YEREMIA 15 : 15 – 21

Di tengah tekanan dan penolakan karena taat kepada Tuhan, jangan menyerah. Tetap pegang Firman. Firman Tuhan akan jadi sumber sukacita, kekuatan, dan pemulihan. Tuhan tidak melupakan orang yang setia.Amin.

Yeremia 15:10-21 terdiri dari dua ratapan dalam bentuk sastra untuk mengungkapkan kesedihan atas kehilangan. Ratapan pertama dalam ayat 10-14 yaitu Yeremia menyesali kelahirannya. Rapatan kedua terdapat pada ayat 15-18 yang kemudian diikuti oleh tang...
23 Aug 2026 • Pdt . Mirdat Siahaan
TEGUH BERPEGANG PADA KEBENARAN
Efesus 4:7–16

TEGUH BERPEGANG PADA KEBENARAN - Efesus 4:14-161. Tujuan: Gereja bertumbuh jadi dewasa, serupa Kristus. Bukan gampang diombang-ambingkan ajaran.2. Cara Tuhan Bentuk Gereja: Lewat 5 karunia pelayanan dari Kristus:Rasul → Diutus, saksi InjilNabi → Menguatkan & menasihatiPemberita Injil → Bawa jiwa baruGembala → Jaga & rawat domba Pengajar → Jaga kemurnian doktrinTujuannya: memperlengkapi semua jemaat untuk melayani.3. 2 Kunci Pertumbuhan: KEBENARAN → Jaga dari kesesatan KASIH → Jaga dari perpecahan Keduanya harus jalan bareng.4. Aplikasi Masa Kini: Di tengah banjir informasi & ajaran sesat, gereja butuh pemuridan & jemaat yang paham Alkitab. Semua karunia dipakai untuk 1 tujuan: mencapai kedewasaan di dalam Kristus.Inti: Gereja bertumbuh sehat kalau hidup dalam kebenaran dan kasih, dan setiap orang pakai karunianya untuk membangun tubuh Kristus.

TEGUH BERPEGANG PADA KEBENARAN


Perikop kita bukanlah sekadar nasihat moral gagar orang Kristen berkata jujur atau memegang prinsip yang benar. Paulus sedang membangun sebuah fondasi rohanni yang sangat dalam: gereja dipanggil menjadi tubuh Krist...
16 Aug 2026 • Pdt . Mirdat Siahaan
TAATI HUKUM DAN TEGAKKAN KEADILAN
YESAYA 56 : 1 – 8

YESAYA 56 : 1 – 8 : Membuka Trito-Yesaya dengan menegaskan bahwa keselamatan Allah bersifat universal. Allah memanggil umat-Nya untuk hidup taat hukum dan menegakkan keadilan.Ada 3 sasaran misi Allah: Bangsa Israel - Dipanggil kembali taat pada hukum dan Sabat sebagai tanda perjanjian.Orang Asing / Goyim - Yang dulu terpinggirkan, kini disambut Allah jika beribadah kepada-Nya.Orang Kebiri - Yang dianggap "tidak sempurna", kini diberi tempat dan nama kekal dalam rumah Tuhan.Allah menyatakan: Bait-Nya adalah "rumah doa bagi segala bangsa". Tidak ada lagi sekat suku, bangsa, atau kondisi fisik bagi orang yang mencari Dia.Panggilan bagi Gereja Hari Ini Di tengah dunia yang masih penuh diskriminasi, Gereja dipanggil menjadi wujud nyata hukum dan keadilan Allah. Kita dipanggil setia, membuka diri, dan menjadi alat sukacita serta keselamatan bagi semua orang.Tuhan memberkati kita dengan kesehatan dan sukacita dalam beribadah di Minggu ini.

Syalom
Selamat Hari Minggu
Tuhan memberkati kita dengan kesehatan dan sukacita dalam beribadah di Minggu ini.

Pasal 56 kitab Yesaya ini adalah pembukaan untuk kitab ketiga atau sering disebut Trito Yesaya. Menekankan bahwa Allah dasar dari k...
24 May 2026 • Pdt. Mirdat Siahaan
Pengharapan di Tengah Pergumulan
Roma 5:3-5

Pengharapan Kristen tidak mengecewakan karena bersumber dari kasih Allah.

Firman ini menguatkan jemaat untuk tetap percaya ketika menghadapi masa sulit.